Dzong Wangdue

Landmark in Bhutan

Last Updated On : 09/04/2021

Zhabdrung Ngawang Namgyel seharusnya berada di Chimi Lhakhang di Punakha ketika ia bertemu dengan orang tua kompo. Ia mendeskripsikan bukit Wangdue Phodrang saat ini sebagai ‘gajah tidur’ dan memberitahu Zhabdrung bahwa ia akan menyatukan negara dengan membangun dzong di ‘leher’ dari bukit tersebut. Zhabdrung, menduga bahwa orang tua itu adalah Yeshey Gonpo (Mahakala), mendengarkan saran orang tua tersebut dan mempelajari area tersebut. Ketika utusannya dekat dengan daerah tersebut, ia melihat empat sambutan hangat melingkar di atas bukit. Ketika hampir sampai di bukit, burung-burung terbang ke empat arah. Ketika kembali ke Chimi Lhakhang ia membuat laporan ini. Zhabdrung Ngawang Namgyel menganggap ini sebagai pertanda yang baik dan sesegera menetapkan tahun 1638 untuk membangun dzong menghadap ke pergabungan antara Dongchu dan Punatshangchu.


Cerita yang menarik menghubungkan dzong ke jembatan penopang tua yang satu kali pernah digunakan untuk merentangkan Punatsangchu. Jembatan tersebut dibangun setelah konstruksi dzong di bawah arahan dari tukang batu terkenal yang bernama Drakpa dari pemukiman Rinchengang. Sebagai pengaman melawan banjir, sebuah mandala didedikasikan untuk Mithugpa (Aksobya) ditempatkan di dasar pondasi jembatan. Ketika masa jabatan Wngzop Domchung ke-20, satu banjir besar meghancurkan semua jembatan, tetapi dasar dimana mandala ditempatkan tetap utuh.


Dikatakan bahwa Dzongpon Domchung mengkoordinir sebuah tsechu dimana tarian Doley Raksha, yang dikenal di benua untuk kecantikan kerumitannya, ditampilkan untuk menarik jiwa sungai yang diganggu ketika rekonstruksi embatan. Ketika jiwa-jiwa terseut larut dalam kegembiraan, Domchung, dengan beberapa anak buahnya menyelusup ke sungai dan memperbaiki jembatan. Jiwa-jiwa tersebut menggagalkan beberapa banjir yang akan menghancurkan jembatan, tetapi Wangzop, dengan kepintarannya, membangun pondasi pilar yang tahan akan beban dari air.

Dzong Wangdue memiliki 14 candi, termasuk Kunrey (lorong untuk biksu). Goenkhang yang memiliki sosok seperti gonpo (Mahakala) diukir di lempeng batu. Dzong Wangdue hancur sampai ke dasar-dasarnya pada tanggal 26 Juni 2012. Api dipercaya timbul akibat dari hubungan arus pendek. Walaupun sebagian besar dari dzong hancur, benda-benda religius dan bersejaran diselamatkan oleh relawan. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di CNN.